Situs Poker Online - Bantul - Seorang murid kelas 2 SMA N 1 Lendah, Kulon Progo, mendatangi dan menusuk gurunya yang tengah tertidur pulas. Tusukan pisau dapur itu menghujam ulu hati dan mengakibatkan sang Guru mengalami kondisi kritis.
Uniknya, motif penusukan remaja berusia 16 tahun ini bukanlah karena dendam, namun karena ia menyukai sang guru, dia mengaku jatuh cinta kepada bu guru cantik tersebut. Dari keterangan polisi, remaja itu nekat menusuk sang guru karena mengalami gangguan jiwa.
Kapolsek Srandakan, Kompol B Muryanto, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat korban, Wening Pamujiasih (35), warga Dusun Sambeng III, Desa Poncosari, Srandakan, Bantul tengah tertidur pulas di kamarnya, Rabu (20/11) malam. Saat itu korban hanya berdua dengan mertuanya karena suaminya tengah menghadiri rapat di masjid.
Selanjutnya, C yang merupakan warga Jatirejo, Lendah, Kulon Progo, mendatangi rumah korban. "Karena tahu rumah korban sepi, jam 10 malam pelaku langsung ke rumah korban dan masuk lewat pintu belakang, karena di depan ada mertua korban," papar Maryanto.
Uniknya, motif penusukan remaja berusia 16 tahun ini bukanlah karena dendam, namun karena ia menyukai sang guru, dia mengaku jatuh cinta kepada bu guru cantik tersebut. Dari keterangan polisi, remaja itu nekat menusuk sang guru karena mengalami gangguan jiwa.
Kapolsek Srandakan, Kompol B Muryanto, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat korban, Wening Pamujiasih (35), warga Dusun Sambeng III, Desa Poncosari, Srandakan, Bantul tengah tertidur pulas di kamarnya, Rabu (20/11) malam. Saat itu korban hanya berdua dengan mertuanya karena suaminya tengah menghadiri rapat di masjid.
Selanjutnya, C yang merupakan warga Jatirejo, Lendah, Kulon Progo, mendatangi rumah korban. "Karena tahu rumah korban sepi, jam 10 malam pelaku langsung ke rumah korban dan masuk lewat pintu belakang, karena di depan ada mertua korban," papar Maryanto.
Situs Poker Online - Bu Guru Wening Ditikam, Ungkapan Cinta Siswa yang Berujung Petaka
Berhasil masuk ke dalam rumah, C langsung menuju kamar korban yang pintunya tidak berbentuk permanen. "Saat Bu wening lagi tidur langsung ditusuk dengan pisau dapur selebar 3 cm dan panjangnya 7 cm, tusukannya kena kena ulu hatinya (korban). Setelah menusuk itu, C langsung pergi dari rumah korban," ucapnya.
Guru honorer SMK N 1 Sewon dan SMA N 1 Lendah ini langsung teriak minta tolong. Mendengar teriakan itu, mertua dan suaminya korban yang kebetulan sudah pulang langsung menghampiri kamar korban. Menurut Muryanto, kondisi korban saat itu mengeluarkan cukup banyak darah.
"Pas suami dan mertua (Wening) datang untuk menolong, pelaku ini juga ikut datang dan sempat tanya-tanya ke saksi (suami dan mertua korban) ada kejadian apa. Karena fokus menolong korban, pertanyaan pelaku tidak digubris dan pelaku lalu pergi," katanya
Korban pun selanjutnya dilarikan ke Rumah Sakit UII Pandak dan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Sardjito karena kondisinya yang kritis. Menjadi korban penusukan, suami korban lantas melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Srandakan.
Baca Juga :Dinkes Sumut Selidiki Kaitan Kelainan Bayi dan Tambang Ilegal
"Saat olah TKP kami temukan HP dan pisau di kamar korban, lalu kita lidik lidik lewat HP (milik pelaku) ternyata domisilinya di Lendah (Kulon Progo). Setelah itu pelaku kita amankan jam 1 dini hari di rumahnya tanpa perlawanan, pelaku juga mengakui perbuatannya," ujarnya.
Dari pengakuan, selama ini ternayata C menyukai dan menaruh hari terhadap korban. Karena itu, ia mencari informasi di mana rumah korban untuk selanjutnya didatangi. "Tadi pagi saya tanyai (C) kenapa kok nusuk? Dia jawab 'saya itu cinta pak sama guru itu, saya sayang, saya senang'," katanya.
Karena motifnya yang terbilang tidak lazim, polisi lantas meminta keterangan orang tua pelaku. Hasilnya, orang tua menyebut C mengalami gangguan jiwa sejak duduk di bangku SD. "Memang agak kurang waras. Saya katakan tidak waras karena sejak kelas 5 SD itu sudah mengalami gangguan jiwa, orang tuanya yang cerita sendiri," katanya.

0 Comments